Scene 1
Di suatu wilayah di dunia dan akhirat ini tinggalah seorang anak yang bernama poniem Ciel.Ia berasal dari keluarga bangsawan Phantomhive.Ayah dan ibunya meninggal karena kebakaran restoran mensionya saat umur Ciel masih 10 tahun *hikks sediih.nya* kasihan kau nak.Karena ia adalah satu-satunya keturunan Phantomhive yang tersisa,maka ia menjadi kepala keluarga diusianya yang amat sangat masih relatif muda.Ia mempunyai seorang butler yang setia bernama tukiyem Sebastian.Dan kini ia tinggal di mensionnya yang telah diperbaiki dan hidup bersama para pelayan-pelayangnya (finny si tukang kebun , brad si koki dan maylene si maid *apa itu artinya* dilarang merokok *segini saja perkenalannya tidak usah lebar-panjang dan berbelit-belit.*
Disuatu pagi yang cerah tapi mendung *nie penulis ndong baget yah*
“Selamat pagi tuan muda,waktunya anda bangun.”ucap sebastian lembut selembut belaian sutra
“uhmm…oaahaaamm..hari ini snacknya apa?”tanya ciel mengantuk
“Roti buaya isi kacang,Tuan.namun maafkan saya rotinya belum matang sebaiknya anda mandi terlebih dahulu,air comberan panasnya sudah saya siapkan.”jawab sebastian kalem
“Tapi mengapa sampai rotinya belum matang,apa saja yang kamu lakukan,sebastian?”tanya ciel
“Maafkan saya Tuan,saya selalu cekatan melakukan tugas apapun namun buayanya sulit ditangani”
“Apa katamu *dengan suara yang keras dan menggelegar ^lebaay^* buaya ?”ciel kaget
“Iya Tuan,snack hari ini adalah roti buaya namun buaya nya sangat sulit dijinakan”
*gila ni butler –dalam hatinya ciel-* “Apa maksudmu sebastian jelaskan padaku.”ciel benar-benar bingung
“Snack roti buaya yang saya buat adalah dengan menggunakan buaya sungguhan yang disajikan bersama roti selai kacang yang biasa anda santap Tuan”jawab sebastian dengan coolkas.
*gile bener ni butler gue nemu dimana sih dulu benar-benar ajaib –batin ciel-* “baiklah aku akan mandi dulu setelah aku selesai mandi buatkan wedang jahe untukku sepertinya aku radang paru-paru, sebastian”perintah ciel –untuk sekedar sekilas inpo : ciel sangat manja hampir semua yang ia lakukan selalu dengan butlernya.-
“Yes my Lord” artinya silakan keluar jawab sebastian
-Di ruang makan-
“Se…sell..selamat pagi Tu..tuan muda.”kata maylene gugup
“Ada apa denganmu,kenapa terlihat gugup dan tidak seperti biasanya ,Maylene”kata ciel
“Maa,maafaaa,maaf Tuan,saaii,saya hanya masih ngeri melihat sebastian menangkap buaya tadi.”
-haahhh masih tetep tu makan pake buaya beneran disajiin ogah makan gue *batin ciel*-
“Tuan,sarapan anda tidak anda habiskan lagi,tidak cocok dengan hidangannya?”tanya sebastian tiba-tiba darimana tu datangnya *hiiiyy nyeremin kaya jelangkung datang tak diundang pulang tak dijemput kan ngojek juga bisa manja deh *
“whoooaa sebastian , kau mengagetkanku saja aku kaget hlo.sejak kapan kau berada di situ”ciel berkata
“Maafkan saya Tuan.saya bukan bermaksud mengagetkan anda.apakah anda ingin melanjutkan sarapan anda ? atau anda ingin menikmati snack yang tertunda tadi?”
-aduh kalo aku mau makan snack nanti ketemu buaya yang megap-megap abis ditonjok si sebastian- “aku sudah kenyang dan untuk snack,hidangkan sebelum makan siang saja.”
“Yes my Lord *anak kecil yang nakal,capek-capek nangkap buaya eh..taunya ditunda sampe jam makan siang nakal deeh kata-katanya kaya banci yang di depan stasiun tu kan kasian tu buaya kalo disuruh nunggu sampe jam makan siang udah megap-megap kayak gitu lepasin dulu deh*”sebastian mengangguk.
“Bolehkah hari ini aku bermain , sebastian ?”tanya ciel
“Jam 09.00 nanti anda dijadwalkan bertemu dengan Lord Suminto untuk keperluan bisnis baru anda dan jam 10.15 tunangan anda akan datang ke mension,Tuan”
“Lord Suminto,pengusaha gulali kadaluarsa itu ,baik.Dan untuk masalah Elizabeth biar nanti sajalah.”
“Tapi maaf Tuan , kali ini bukan nona Elisabeth yang akan datang.”
“Apa maksudmu,tunanganku hanya satu yaitu si cerewet sialan *penulis digampar pake highels* tidak ada yang lain.”protes ciel
“Tunangan anda adalah nona Nunkhy gila bener ni orang khayal tau!! Tuan”
“Oh ya aku lupa.Jangan sampai Nunkhy tau tentang Elisabeth sebastian.”
“Yes my Lord”jawab sebastian dengan cengar-cengir *awaawww sebastian cengar-cengir..mau liat dong*
Scene 2
Jam menunjukkan pukul 09.00 di kantor Lord Suminto gaya nie orang Suminto aja pake dipanggil Lord *ngiri aja ni penulis*.=Ciel meneruskan apa yang telah dibangun dan dibuat *kebalik deh kayaknya –ah sudah biasa-* oleh ayahnya.Perusahaan mainan dan permen pantesan si ciel manis banget penjual permen sie *ditimpuk tongkat kayu*,rekan kerja,dan bahkan menjadi anjing penjaga kasian boleh aku ganti gak tu jadi kelinci penjaga Ratu Victoria Sang penguasa Inggris.Dan saat ini ia sedang mencoba melebarkan sayap burung kali neek sayap.Ia mencoba memproduksi dan menghadirkan produk perusahaannya di kota-kota yang dianggap bisa menghasilkan uang yang banyak uangmu sudah banyak,mo dipake apalagi nak.=Siang itu terasa terik matahari menyengat apalagi di kantor Suminto AC.nya mati mampus aja lo kantor AC mati *penulis ditabok pake sepatu roda karna kebanyakan ngomong*
“Sebastian,ini yang disebut kantor?”tanya ciel kepanasan
“Benar,Tuan ini adalah kantor Lord Suminto,memang sedikit panas disini Tuan.”jawab sebastian
-gue bakal tambah kurus + kering kalo kelaman disini- “Dimana orang itu aku tidak mau menunggu lebih lama dari ini”oceh ciel
#yang di omongin datang#
“Ciel Phantomhive..sudah lama menunggu?oh..maafkan saya sebelumnya karena membiarkan anda menunggu dengan suasana yang sangat panas ini.Maklum ini adalah daerah dimana wabah tikus menyebar luas diseluruh jagad wilayah kota kecil ini kota ini.”Suminto mulai bercuap-cuap
“Bagaimana bisa aku mengembangkan usahaku di kota ini bila ada wabah tikus yang merajalela dan mengancam seluruh jiwa-raga.”tanya ciel
“Tenang saja Tuan muda,wabah ini akan segera berakhir karena kami telah menemukan cara yang ampuh untuk menghilangkan wabah ini.”
“Dengan cara apa kalian mengusir wabah ini?”
“Dengan cara memelihara dan melepaskan kucing-kucing Tuanku.”
-semua orang mulai gila ini emang iya pikiran si ciel begitu – “Baiklah terserah apa yang akan kalian lakukan untuk mengusir tikus-tikus menjijikan ini yang terpenting adalah usaha dan hasil produksi perusahaanku disini lancar dan mengahasilkan keuntungan ketahuan murid IPS ilmu ekonomi keluar deh”
“Hahahhaaaa malah nangis tenang saja,produksi perusahaanmu akan berjalan sesuai dengan keinginanmu Tuan Muda Ciel Phantomhive karena akan didukung oleh aqua produksi perusahaanku “Gulali Manis” hahhahaha”jawab Suminto sombong
“Baiklah ,sebastian ayo pergi dari sini,aku sudah tidak tahan lagi dengan suasana ini”perintah ciel
#singgghhhh# tak ada jawaban dari sebastian.
Melinguklah *kata apaan tuu* ciel ke belakang dan menemukan sebastian tidak berada di belakangnya.
“Sebastian.sebastian where are you *widihh gaya nii pake bahasa mandarin segala* -plethhak penulis dibakar hidup-hidup- sebastian aku cepat kesini,ini perintah!”ciel mulai jengkel tu.
“Hohhhhooo anda mencari butler anda Tuan Ciel,lihatlah keluar jendela balkon itu *nunjuk ke arah satu-satunya balkon di ruangan itu* sepertinya ia sedang sibuk.”sinis Suminto
#ciel datang menghampiri sebastian bersama teman-teman kecilnya#
“Apa yang kau lakukan disini sebastian ? memalukanku saja ayo cepat pergi”perintah ciel
“Maafkan saya Tuan,mereka sangat lucu dan menggemaskan,saya tidak bisa menahan keinginan untuk tidak bermain dengan mereka.”
“Mereka hanya kucing menjijikkan yang tak pernah diurus pemiliknya dengan baik sebastian,ayo kita pergi urusan di sini sudah selesai.”
“Berikan saya waktu 5 menit lagi Tuan,saya akan berpamitan dengan anak-anak manis ini.”pinta sebastian dengan mata sendu apaan tuu gag bermutu deh kayaknya
“Tidaaak..ini keterlaluan ayo kita pergi.nanti dijalan aku beliin deeh kucing yang lebih bagus lagii..”ciel mencoba merayu –mau dong dirayu ciel bakalan klepeek-klepeek tuu- *praangg piring terbang melayang di depan muka penulis*
“Benarkah Tuan,anda akan membelikan saya kucing??terima kasih Tuanku sangat baik sekali padaku mari kita kembali ke mansion.”-seketika itu sebastian berubah kembali menjadi butler yang terlihat tangguh dan kekar *ade rai kali kekar*
#Setibanya di mension *cepet ya,naik apa? ojek kan pake macet pake UFO –jdaar penulis di jedukkin di tembok-*#
“Cieeeeelllll……..akhirnya kau datang jugaa aku sudaah lama nunggu niie kamu kemana aja sii kepasar ngutang cabe karna harga cabe mahal. Ajak aku berdansa ciel.”rayu Nunkhy
“Tapi aak..
“Cieeelllll AJAAAKK AKUU BERDANSAA SEKARANGG ! ! ! ! yee maksa banget sapa loee”bentak Nunkhy *dengan bentakan khas putri bangsawan emang ada ngayal *dueeerr penulis di BOOM*
-hiyy katanya putri bangsawan konglomlarat menakutkan … *batin ciel*-
“iii..y..iyyaa mari kita berdansa put..puttrii Nunkhy”kata ciel gugup
“Marii ehheemm..*maksudnya senyum-senyam gitu* sebastian tolong putar musiknya waltz yaah”
“Baik nona Nunkhy ..” –biasanya musik dangdutan juga pake waltz segala-*jduaar tembakan melesak masuk dalam jiwa dan raga penulis ^lebay banget sih ni penulis^
#musik mengalun,dengan indahnya dan sedikit ngelokor dibagian tengah karena kasetnya uda lama#
- To be continue -
harap bersabar menunggu kelanjutan cerita ini , karena otak saya sedang mengalami pemadaman bergilir (alias gak punya ide cerita lagi *bego banget si*) ><
BalasHapus